Sabtu, 21 Januari 2012

Nuansa China Membumi di Grand City Sambut Imlek

SUROBOYO - Pernak pernik seperti lampion dan hiasan naga tidak sulit ditemukan di Grand City Surabaya. Alunan lagu-lagu berbahasa Mandarin juga terus diputar, di atrium dan sekitarnya.

Tidak hanya itu, berbagai stan seperti pameran lukisan, lukisan keramik, seni kaligrafi, dan sketsa gambar karikatur berjejer disuguhkan untuk pengunjung Grand City.

Selain itu pantauan Xena suarasurabaya.net, karya dari Tristar Institute turut mewarnai suasana Imlek di Grand City. Naga air sepanjang lima meter dibuat dengan teknik fruit and vegetable carving dan menggunakan sembilan jenis sayur serta buah.

Pembuatan naga air ini mengerahkan 25 tenaga dari Tristar Institute dan dipimpin oleh Chef Andi dan Ashari. Naga air ini dibuat sesuai dengan filosofi budaya Tionghoa, kekuatan, rejeki, dan kemakmuran. Naga air dari buah dan sayuran ini berhasil menyedot perhatian pengunjung untuk berfoto di depannya.

Stan seni kaligrafi menggunakan tinta China juga tidak kalah, pengunjung tampak penasaran dan tertarik untuk melihat cara dan teknik penulisan huruf China menggunakan kuas dan tinta China pula.

Di sebelah kanannya, terdapat stan karikatur Andre. Pengunjung dapat melihat berbagai hasil karikatur Andre, baik yang menggunakan pensil ataupun hasil cetakan.

Beberapa stan yang menjual pernak pernik Imlek juga tersedia di Grand City. Pertunjukan wayang Potehi juga sudah digelar Jumat (20/1/2012) malam di atrium utama Grand City, untuk menghibur para pengunjung.(xen/ipg-SS)

0 comments:

Poskan Komentar